Mau tidak Mau, KITA adalah PEMIMPIN

Mau tidak Mau, KITA adalah PEMIMPIN

Suatu hari tiga Presiden Asyik berbincang di atas Pesawat menuju Australia untuk memberikan Bantuan akibat Tsunami. Tiga Presdien Tersebut Adalah, Indonesia, Amerika dan Malaisia.

*Presiden Indonesia: “Gue dah nyiapin 1000 Baju Batik untuk untuk Australia, di Negeri Gue Batik tu dah Melimpah”.

Mendengar kata itu, Presiden Amerika tidak mau kalah.

*Presiden Amerika: “saya sudah nyiapin 10.000 Celana Jeans yang Asli buat mereka, di Negeri saya kan Jeans itu juga sudah melimpah”.

Ternyata Presiden malaisia juga tidak mau ketinggalan.

*Presiden Malaisia: “Saye dah siapkan 100 Pesawat Terbang untuk dibawakan ke Australia”.

Presiden Amerika terheran dengan bantuan yang sangat luar biasa itu. ia pun bertanya. “haaa 100 Pesawat? Hebat lah malaisia ni, emang di Malaisia banyak pesawat?.

Presiden Malaisia dengan enteng lagi menjawab:

“Saye, dah siapkan 100.000 budak Indonesia didalamnya untuk kerja di sana”.

Mendengar itu, Presiden Indonesia Ngamuk, sambil ninju-ninju Kursi. Heheh..;

Sudah.. sudah… sekarang kita serius, berhenti bercandanya. Sesuai dengan judul pada bab ini GUE Pimpinan bagi diri GUE sendiri. Ngomongin tentang pemimpin, ini telah mengalami perdebatan tersendiri sepanjang masa. Karena setiap orang atau setiap individu memiliki gaya memimpin masing-masing, makanya setiap pergantian pemimpin selalu ada perdebatan yang panjang. Meski mereke memiliki Program yang sama namun dalam hal menjadi memimpin, tentu memiliki gaya khas tersendiri.

Kita tidak bisa menyalahi individu tersebut, karena ia terlahir dengan gaya sedemikian rupa, lagian seseorang pemimpin memiliki bawahan yang harus ia gerakkan. Jadi gak sepenuhnya kesalahan sang pemimpin. Kita ambil contoh, Hitler yang nama lengkapnya Adolf Hilter pernah memimpin Jerman, ia adalah pemimpin yang terinspirasi, karena kejeniusannya terletak pada menilai kelemahan orang lain dan memanfaatkan kelemahan tersebut. Contoh dekatnya lagi, gaya kepemimpinan Rasulullah SAW ternyata Beliau memimpin dengan mendekati individu seseorang tersebut tanpa membedakan satu sama lain, ini baru luar biasa. Jadi, kita tidak perlu jauh-jauh lari dari judul, coba simak Hadis di bawah ini:

Sahabat Ibnu Umar ra berkata: Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Setiap kamu adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Penguasa adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang lelaki adalah pemimpin dalam rumah tangga, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Pembantu rumah tangga adalah pemimpin dalam menjaga harta kekayaan tuannya, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Dan setiap kamu adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.[1]

Nah, setelah membaca Hadis diatas. Kita tidak bisa menolak, memang kita dilahirkan diatas bumi ini adalah sebagai pemimpin tentu dengan memiliki gaya tersendiri. Kata-kata pemimpin memiliki banyak sinonim. Seperti: Leader, Penguasa, Khalifah dan lain sebagainya. Yang jadi pertanyaan besar, bagaimana kita mau memimpin orang lain sedangkan diri kita belum bisa kita pimpin. Ini yang akan menjadi masalah besar, sehingga apa yang kita lakukan nantinya tidak sesuai dengan apa yang seharusnya. Sehingga mengakibatkan kegagalan, depresi, dan hidup yang tak pernah dihinggapi oleh Prestasi dan karya. Jika sudah begitu, yang rugi siapa? Tentu diri kita sendiri.

Gelar khalifah yang diberikan Allah semenjak kita lahir tak akan pernah hilang sampai kita menutup mata diatas dunia ini. Jadi setelah kita lahir dan membuka mata, sebenarnya akan ada tugas yang lebih berat dan yang lebih utama sebagai seorang khalifah dibumi ini. Yaitu khalifah untuk diri sendiri, lingkungan dan dunia. Maka jangan pernah meremehkan gelar yang harus kita jalankan dan harus kita lakukan sebagai seorang Khalifah dibumi ini.

Mulai sekarang, detik ini juga mari kita pimpin diri kita sendiri secara baik dan dengan manajemen yang baik pula. Trus, bagaimana caranya?… berikut keterangannya.

Sebelumnya kita harus mengetahui, seberapa pentingnya kita memimpin diri kita sendiri dan kenapa itu bisa menjadi penting. Ibarat kata, setelah kita keluar dari rahim seorang ibu dan membuka mata untuk melihat dunia. Tanpa kita sadari kita diberikan selembar kertas putih, bertahun-tahun kemudian barulah kita sadari. Telah berapa banyak tinta yang tercoret diatas kertas tersebut, atau masih seperti ketika lahir. Mungkinkah coretan tersebut bisa dibersihkan sehingga terlihat baru lagi, atau coretan tersebut abadi hingga akhir hayat menanti. Lihat diluar sana, betapa banyak orang yang dalam hidupnya hanya menyakiti seseorang atau setiap hari hanya mencari kesalahan orang lain. Sehingga membuat hidupnya menjadi jauh dari norma-norma agama, tentu kita tidak menginginkan hal demikian terjadi kepada kita. Tentu kita ingin menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain dan bisa berbagi dengan orang lain dan juga bisa meraih puluhan prestasi, jika itu yang kita impikan tentu kita harus bisa memimpin diri kita sendiri.

Mau tidak mau, kita adalah pemimpin

Setidaknya ada beberapa hal yang harus kita ketahui dan lakukan dalam memimpin diri sendiri:

Pertama, sadari bahwa diri kita kaya. Coba kita renungkan kira-kira lima menit, pandangi tubuh kita didepan kaca yang besar. Dan tanyakan kepada diri kita sendiri, kurang apa saya? Kemudian jawab sendiri, ternyata saya kaya. Punya dua mata, dua tangan, dua kaki, dua telinga, organ tubuh yang lengkap dan yang tidak kalah kayanya, ternyata kita memiliki fikiran dan akal yang sehat. Itu merupakan alat untuk kita melangkah lebih sukses dan lebih berprestasi dalam berkarya. Bukankah orang yang pernah sukses juga memiliki alat yang sama yang di berikan oleh Allah.

Sadarkah kita, bahwa akal yang saya miliki saat sekarang ini ternyata bisa memikirkan apa yang harus saya lakukan. Dengan tangan yang ditumbuhi sepuluh jari ternyata memiliki kekuatan untuk menulis novel misalnya, membuat sebuah kesenian atau berinteraksi dengan orang lain. Pernahkah kita sadari mulut yang selam ini kita bawa ternyata bisa membuat orang lain terpana dengan kita berpidato, atau sekedar memberikan cerita inspiratif kepada orang lain. Kaki kita, ternyata dapat melangkah menuju kampus atau sekolah untuk menimba ilmu dan bisa berlari ketika ada yang ingin kita gapai. Kalau sudah begitu kan kita kaya. Memang diantara kita sungguh banyak yang sadar akan hal itu, namun sedikit sekali orang yang menyadarinya, sadar tapi tidak menyadari.

Anda tau dengan Kartunet? Kartunet adalah Karya Jurnalistik Tuna netra yang didirikan oleh seorang tunanetra yang bernama Dimas Prasetyo. Kartunet adalah sebuah komunitas jurnalistik dari kalangan tunanetra, tulisan mereka tidak kalah jago dengan orang-orang yang normal, tidak hanya itu komunitas tersebut juga telah memilki sepuluh cabang di Indoesia, kegiatan mereka adalah menggunakan internet, web, blogging serta menulis secara produktif. Sungguh kisah yang sangat inspiratif, menurut Dimas tunanetra juga punya harapan untuk bisa seperti orang normal lainnya. Coba cek di Kartunet.com, bayangkan seorang tunanetra saja bisa membuat sebuah karya, bagai mana dengan kita yang jelas-jelas memiliki segalanya malah kita tidak memanfaatkannya.

Berbeda lagi dengan kisah seorang Atlit lumpuh yang bernama Philip Croizon asal perancis, dia memecahkan rekor dunia dengan menyelam dengan kedalaman seratus tga puluh kaki, padahal Philip Croizon adalah seorang yang cacat tanpa lengan dan kaki. Dia juga telah menyebrangi selat inggris dan laut merah. Lewat pemikirannya ia juga bisa menuangkan ide dalam sebuah buku yang berjudul “saya memutuskan untuk hidup”. Croizon berkata bahwa ia sangat bahagia dengan apa yang dimilikinya, ia bisa membuat orang  mengangkat tangan dan bersorak akan prestasinya. Sungguh cerita yang sangat menginspirasikan, meski tanpa lengan dan kaki tapi Croizon bisa mengukir Prestasi dan bisa berkarya. Bagaimana dengan kita? Kita yang kaya.

Kedua, Buat Aturan untuk diri sendiri. Setelah kita kenal siapa diri kita maka poin selanjutnya adalah membuat aturan khusus diri kita sendiri, itu adalah pekerjaan yang tepat jika merasa risih dengan aturan orang lain. Tentu dengan aturan yang baik dan serius, bukan aturan yang membuat kita meremehkan diri sendiri. Lihat orang sukses di sekitar lingkungan kita, kira-kira apa yang mereka lakukan dan apa yang mereka perbuat. Hal tersebut dapat kita ambil sebagai latar belakang pembuatan aturan untuk diri kita sendiri.

Misalnya seperti ini: ada teman sepermainan dengan kita, ia selalu mendapatkan prestasi dari tahun ke tahun. Misalnya nilai pelajarannya yang begitu tinggi, saatnya kita beraksi dan tanyai kapan dia belajar dan bagaimana cara belajarnya dia. Seandainya ia menjawab bahwa sebelum subhuh ia telah bangun dan membaca buku, alangkah bagusnya hal tersebut kita jadikan aturan untuk kehidupan kita sendiri agar kita bisa mencontoh prestasi yang ia raih. Dengan begitu, saatnya kita memimpin diri kita sendiri dengan aturan yang telah kita buat sendirinya. Nah, satu aturan telah kita miliki. Untuk hal berikutnya kita cari lagi aturan-aturan yang kira-kira pas dan tepat untuk diri kita dalam menggapai prestasi. Contoh lain, ketika kita melihat seseorang yang sukses baik dalam bentuk prestasi atau karya. Cepat cari latar belakangnya seperti apa dan baagaimana, kemudian terapkan dan contoh apa yang mereka lakukan. Dengan begitu cepat atau lambat kesuksesan itu pun akan datang bertubi-tubi kepada kita. Percayalah, setiap ada perjuangan yang lebih aka nada hasil yang lebih pula. Yang perlu di ingat adalah semua aturan yang kita ambil dan kita tulis untuk diri kita sendiri tidak pernah terjalani oleh kita jika kita tidak peduli dengan diri kita sendiri. Kepedulian terhadap diri akan menjadi jawaban tentang jalan atau tidaknya suatu aturan yang kita terapkan. Maka kepedulian terhadap diri menjadi poin yang harus kita garis bawahi, seandainya kepedulian kepada diri sendiri kurang, maka aturan yang kita terapkan akan mendapatkan hasil yang kurang pula. Tapi jika kepedulian terhadap diri sendiri itu tinggi, maka sudah jelas aturan-aturan yang kita terpakan sudah jelas akan menuaikan hasil yang maksimal. Oleh sebab itu, tingkatkan kepedulian terhadap diri sendiri dan jangan pernah meremehkan diri sendiri karena itu semua akan berakibat fatal. Bagaimana tidak, dengan diri sendiri saja kita tidak peduli, bagaimana kita mau peduli dengan orang lain atau sesama kita.

Selain itu, jika suatu saat mendapatkan kendala atau hasil yang kurang memuaskan maka cepat sadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna tanpa mengenyampingkan semangat untuk terus mencoba. Kegagalan itu kemungkinan akan terjadi, namun kesuksesan itu pasti akan terjadi jika kita terus mencoba dan selalu berusaha untuk bangkit dari sesuatu yang pernah jatuh. Jangan sampai kegagalan yang kita dapat akan mengurangi nilai-nilai semangat yang telah kita lakukan, seperti yang disampaikan sebelum-sebelumnya untuk mencapai nilai seratus itu memiliki banyak jalan. Jadi jangan sampai deh mengeluh berkepanjangan. Jika kita mengeluh berkepanjangan maka kita akan lupa dengan hak kita, karena setiap pribadi seseorang mempunyai hak untuk dihargai. So, penuhi hak-hak tersebut dengan menerapkan ilmu yang ada dibuku ini. Oke!

            Ngomongin tentang hak, ada cerita nich. Ingat cerita Spiderman dengan Batman di atas? Kali ini Bataman yang jatuh sakit, begini ceritanya:

Spiderman: “haha, Bet. Bisa sakit juga lu ya? Makanya jangan terbang melulu.

Batman: “Diam ah, ini tugas Der,. Ya kita harus jalani, ya harus rela ke Padang”.

Spiderman: “haa, lu pernah Injak padang?

Batman: “udah”. Jawab batman dengan nada menahan sakit.

Spiderman: kalau Bukittinggi?

Bataman: “udah juga”.

Spiderman: kalau Padangpanjang?

Batman: Juga Udah Der. “Batman Mulai kesal”.

Spiderman: kalau Solok, pariaman, Pasaman, Mentawai, Payakumbuh juga udah bet?

Batman: “sudahlah jangan banyak Tanya Der, cuman Mulutmu aja yang belum Gua Injak”. Haha

Spiderman: *^%%$%#%&*^^$ (Spiderman Sebel)

Udah dulu ceritanya ya… intinya adalah bahwa memang kita ingin dihargai oleh orang lain, Spiderman saja Sebel kalau gak dihargai. Jika kita memang ingin dihargai oleh orang lain maka kuncinya adalah peduli terhadap diri kita dan kendalikan emosi. So, lanjut ke poin selanjutnya….

Setelah kita mengetahui poin-poin diatas, barulah kita mengetahui ternyata memimpin diri sendiri itu sangat penting dan wajib hukumnya untuk dilakukan. Dalam tulisan lanjutan keuntungan dan apa yang terjadi jika kita mampu memimpin diri sendiri. Oke langsung saja. Yaitu:

Munculnya Keberanian,Dahsyat sekali, jika keberanian sudah muncul tentu kesuksesan akan lebih cepat memperlihatkan dirinya dihadapan kita. Karena keberanian adalah modal yang paling utama, seorang yang sukses itu karena mereka berani. Berani mencoba dan berani menerima. Tidak ada orang sukses dijagat raya ini yang mempunyai mental kerupuk. Seekor harimau tidak akan pernah mendapatkan mangsanya jika ia tidak berani keluar dari kandangnya. Seorang nelayan tidak akan pernah mendapatkan ikan jika ia tidak berani mengarungi lautan. Nah, poin diatas sangat menentukan sekali untuk memunculkan rasa berani dijiwa.

Seorang pemimpin memang harus memiliki sikap yang satu ini, sikap berani bukan sikap yang terbentuk sejak lahir, tap kita yang menciptakan rasa tersebut. Berani atau tidaknya tergantung dari ilmu yang kita miliki dan cara yang kita ketahui. Mudah-mudahan ilmu yang ada dibuku ini bisa menimbulkan rasa berani yang mendebu dalam dada dan bisa merubah mental kerupuk menjadi mental baja. Jika sudah begitu, sekuat dan sebesar apapun rintangannya kita tetap bisa melalui dan menghadapinya. Percayalah.

Yang jauh lebih penting lagi, jika keberanian telah kita miliki maka apapun bentuk keberanian tetntu kita bisa menjadi lebih baik, berani untuk melangkah, berani mengevaluasi diri, berani menghadapi resiko dan berani untuk menerima semua kritikan. Dan saatnya Anda memimpin diri Anda sendiri dan bersiaplah menjadi seseorang yang memiliki keberanian dan bermental baja. Jika sudah bermental baja, tak ada langkah yang tak terlangkahi dan tak ada ayunan yang tak terayunkan dan tak ada fikiran yang tak terikirkan dan tak ada khayalan yang tetap jadi mimpi, Lets go.

Sebelum kita lanjut ke poin Cintailah diri Sendiri, maka kita harus mengetahi beberapa hal penting jika kita tidak mencintai diri sendiri, tulisan ini akan membuat Anda berfikir panjang jika Anda tidak mencintai diri Anda sendiri. Meski Banyak diantara kita beranggapan bahwa mencintai diri kita sendiri adalah sebuah sikap keegoisan serta sikap sangat berkelebihan, namun setelah membaca hal-hal berikut, fikiran serta naruni Anda akan berubah draktis.

Yuk baca beberapa hal berikut ini:

Membiarkan orang lain untuk memanfaatkan diri kita adalah suatu perbuatan yang sangat lemah. Bayangkan saja jika kita tidak pernah bertindak dan tidak pernah cinta akan diri kita, hal ini akan sendirinya akan tercipta dan terjadi. Bahkan kekayaan yang ada pada diri kita bisa menjadi kemiskinan dan tekanan yang mendalam, karena kelebihan kita telah dimanfaatkan oleh orang lain. Jika kita tidak bertindak, maka kita akan selalu diremehkan. Bersikaplah tegas, dan sadari kita adalah kaya, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Selanjutnya, tidak memikirkan diri sendiri. Wah ini bahaya, bayangkan saja seseorang yang tidak memikirkan diri sendir, bagaimana bisa kita akan memikirkan orang lain. Kita tidak penah memikirkan cara mensukseskan diri sendiri bagaimana kita akan mensukseskan orang lain. Meski sikap ini adalah sikap yang tidak menimbulkan sikap ke egoisan, tapi coba fikirkan ketika kita sakit dan kita tidak peduli, bagaimana kita bisa membawa perubahan terhadap lingkungan. Setujukan? Jawab dalam hati masing-masing.

Masih dalam pembahasan ini, bahwa kita tidak punya rencana. Wah, ini lebih bahaya lagi. contoh kecil, jika seseorang mahasiswa pendidikan tidak mengetahui masa depan serta rencananya tentu sudah pasti kita mengetahui hasilnya. Dan seorang penulis buku tidak memiliki rencana untuk diterbitakan atau di publikasikan, tentu orang tidak akan pernah mengetahui potensinya. Makanya kata-kata promosi merupakan suatu hal yang wajib dilakukan jika ingin sukses. intinya adalah bahwa sebuah rencana itu sangat berpengaruh dan berperan penting akan hasil yang lebih baik dan berperan penting untuk menggapai kesuksesan.

Selanjutnya adalah miskomunikasi, seseorang yang pintar tapi gagal adalah orang yang sering miskomunikasi terhadap orang lain karena tidak pernah bertanya dan menanyai. Dan tidak pernah mencoba menjelaskan kepada orang lain tentang rencana dan misi yang ada pada kita. Meski terlihat remeh namun bisa menjadi hal yang sangat fatal sekali. Sebagai contoh, seorang dosen memberikan tugas akhir semester yang akan dikumpulkan pada akhir semester. Sang dosen tersebut mengatakan hal demikian hanya sekali ketika awal perkuliahan, dan setelah itu tidak pernah ditanyakan apakah dilakukan perindividu atau perkelompok. Nah, simple saja ternyata hal demikian sangat fatal dan akan mengakibatkan nilai akhir yang akan juga menimbulkan permasalahan dengan menyalahkan satu sama lain. Yang tentu sangat tidak baik dan sangat tidak menyenangkan, jika telah begitu baru kita sadar betapa buruknya miskomunikasi.

Poin selanjutnya adalah membatasi diri, membatasi diri dalam melakukan hal-hal negatif atau keburukan mungkin sangat baik, namun bagaimana membatasi diri dalam hal mengembangkan diri dan dalam menggapai kesuksesan, tentu sangat-sangat tidak baik. Kita selalu berfikir bahwa kita  tidak pantas dan tidak mungkin, hal itu yang membuat seseorang tetap pada zona nyamannya. Orang yang tidak pernah berkembang adalah orang-orang yang berfikir bahwa saya tidak pantas dan itu tidak mungkin. Padahal ia belum mencoba, jika telah berfikiran seperti itu maka takut untuk gagal pasti akan timbul dan akan menari-nari dalam khayalan yang kotor. Sungguh sangat membahayakan, ini virus-virus kegagalan yang harus kita delete. Bayangkan saja, maja saja belum sudah berfikiran bahwa tidak pantas dan tidak mungkin. Tentu hal ini lucu bahkan sangat lucu, sebagai contoh seorang mahasiswa yang tidak berani tampil didepan umum meski sekedar memberikan kata sambutan. Karena selalu berfikir bahwa tidak pantas, jika hal ini terjadi datang berkepanjangan. Tentu akan berakibat fatal.

So, selanjutnya adalah menerima hal yang buruk terhadap lingkungan. Hal ini tidak kalah mengerikan. Memang lingkungan sangat memiliki pengaruh besar, jika kita tidak sanggup menjaga diri, sudah barang tentu kita akan menerima keburukan yang ada pada lingkungan. Jika itu terjadi, sudah pasti tidak ada gambaran bahwa kita mencintai diri sendiri dan tidak ada gambaran kesuksesan. Seharusnya memperbaiki hal yang buruk malah kita terima untuk diterapkan dalam hidup kita, lucu sekali ya.

Apalagi selain hal diatas, yaitu tidak ada usaha untuk memperbaiki diri. Ini adalah gambarab seseorang yang nyama akan kesalahan dan orang yang sangat bahagia berada dalam kegagalan, karena tidak mau memperbaiki diri. Percaya atau tidak percaya, memang ada kita lihat bahwa seseorang yang betah dengan hidupnya yang penuh kegagalan, buktinya mereka tidak pernah ada usaha untuk memperbaikinya. Yang ada hanya canda dan tawa dalam kegagalan, dan senyum dalam kesalahan. Kalau sudah begitu, tentu barang pasti jarak kesuksesan terhadap dirinya bagaikan jarak antara langit dan bumi. Poin yang ini seorang intelektual tentu tidak menginginkannya,

Satu lagi adalah membenci kekurangan dan mengabaikan kelebihan. Hal ini tidak sedikit orang yang menyadarinya. Bahasa religinya orang seperti ini adalah orang yang selalu mengeluh dan tidak pernah bersyukur. Mungkin sedikit sudah dijelaskan pada poin sebelumnya. Tapi yang intinya. Orang seperti ini adalah orang yang tidak bisa mencinati diri sendiri dan tidak bisa memimpin diri sendiri. Setiap hari mengeluh dengan kekurangan sehingga terabaikan kelebihan yang bisa mendekati kesuksesan.

Dari penjelasan-penjelasan diatas tentu akan membuat Anda berfikir bahwa begitu tidak menyenangkan jika tidak mencintai diri sendiri dan berusaha memperbaikinya. Maka dirasa perlu bahwa kita harus mencintai diri sendiri, maka sebagai penutup dalam bab ini adalah mencintai diri sendiri. Yuk. Buka mata, dan mulai membaca beberapa hal berikut tentang mencintai diri sendiri agar kita lebih bisa menjadi pemimpin terhadap diri kita sendiri. Yuuuuk!

Ketiga, Cintailah diri Sendiri, menghargai diri sendiri tidak cukup tanpa didasari dengan cinta. Mencintai diri sendiri membuat apapun yang kita lakukan menjadi lebih hati-hati dan tidak gegabah. Sebelum kita mencintai diri kita sendiri, kita harus menerima apa yang ada dalam diri kita sendiri. Menerima keunggulan dan kelemahan yang terdapat dalam diri kita, kita harus merenungi dan meresapi bahwa di atas dunia ini tak ada manusia yang sempurna. Setiap individu memiliki kekurangan dan kelebihan, bisa jadi kekurangan yang kita miliki bisa menjadi jalan untuk menggapai kesuksesan. Selain mengetahui kelemahan dan keunggulan yang terdapat dari diri kita, selanjutnya cara untuk mencintai diri sendiri itu adalah dengan menerima masukan baik itu berupa pujian maupun kritikan. Pada saat sekarang ini, tidak bisa kita pungkiri. Sedikit sekali orang bisa menerima dengan lapang dada kritikan kritikan yang sebenarnya membangun untuk diri kita sendiri bahkan membangun untuk oranglain dan lingkungan. Kebanyakan individu tersebut terpana dan betah akan pujian-pujian yang ada.

Sebenarnya sah-sah saja, namun ada yang harus kita perhatikan bahwa kritikan itu adalah sebuah cara terunik untuk mengetahui kesalahan secara gratis atau tanpa dibayar. Karena dengan kritikan juga kita lebih bisa mengatur strategi untuk melangkah agar tidak jatuh dalam kelubang yang sama. Kemudian yang berikutnya adalah agar bisa mencintai diri sendiri, beri catatan kesuksesan apa yang pernah kita gapai, meski kesuksesaan terkecil yang pernah kita raih. Jangan kita berlarut-larut dalam kesalahan serta kegagalan yang membuat kita benci akan diri kita sendiri, dengan ada catatab pribadi tentang kesuksesan kita maka sedikit otak kita akan berfikir bahwa kita pernah sukses. tepat sekali jika kita telah menerima kritikan kita bandingkan dengan kesuksesan kita serta proses dalam menggapainya. Dengan demikian, kita akan lebih mudah untuk mengatur strategi memimpin diri sendiri serta action dengan langkah-langkah kesuksesan yang akan kita lakukan. Jadi dengan sederhana, mencatat momen-momen yang pernah kita raih kedalam catatan pribadi kita.

Catatan Pemimpin

Ini yang sering terjadi dalam tubuh seseorang pemimpin, karena kesibukan memuaskan hawa nafsu, lupa denga dengan catatan kecil yang terselip difikiran dan hati kita. Jika kita harus sukses, ini merupakan catatan tersendiri bagi seseorang. Terkadang kita sibuk dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, sehingga ingatan kita tidak bisa memenej diri kita sendiri. Menejemen diri yang sudah hilang itu awal dari kehancuran, kenapa? Bagaimana kita mau mengatur orang lain, menejemen kita saja tidak ingat. Sebenarnya ada banyak cara, tapi cara itu tela hilang ketika kita sibuk dengan kesenangan lupa akan cita-cita.

Seorang Anne Ahira pemilik dan pendiri Asian Brain atau sekolah internet marketing secara online, juga seorang wanita yang memiliki impian ingin pergi ke paris. Diwaktu kecil ia impikan, sehingga sebuah kalender yang bergambarkan menara Eifel ia pampang fotonya, luar biasa impiannya. Ternyata itu bukan mimpi, ia bisa menggapai itu semua. Yang dilakukan oleh Anne Ahira tersebut adalah salah satu contoh ia merancang dan memimpikan denga memenej dirinya sendiri.

Sejenak memang kelihat sepele malahan sangat sepele, tapi itu bisa terjadi dan sangat bisa terjadi. Ingat kisah Dude Herlino yang dulu hanya seorang figuran yang dibayarnya dengan lima belas ribu, berkat menejemen diri ia bisa menjadi bintang utama yang dibayar rastusan juta. Sungguh fantastik. Tak banyak orang yang bisa seperti itu, karena kebanyakan kita yang sadar tapi tidak menyadari. So, gali terus dan menej diri sendiri. Okey!!!

Nah, selesai sudah untuk bab memimpin diri sendiri. Setelah membaca poin-poin diatas, saatnya Action dan teriakan sekeras mungkin didalam hati bahwa saya adalah pemimpin yang akan membawa pengaruh besar terhadap diri saya sendiri orang lain.

[1] H.R Bukhari Muslim

.

Beri Penilaian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 + six =