Manusia Galau, apa itu KAMU?

Manusia Galau, apa itu KAMU?

Sahabat semuanya, sekarang coba ingat kembali di sekitar kita boomingnya kata-kata galau. Namun apakah kita mengetahui apa itu galau? Menurut KBBI kamus besar bahasa Indonesia. Galau itu adalah Fikiran yang kacau tidak karuan. Artinya keadaan fikiran kita kacau, masih dalam KBBI kacau itu adalah campur aduk, kusut. Dapatlah kita mengambil intisarinya bahwa seseorang yang galau adalah keadaan atau sifat fikiran manusia yang sedang kusut yang mengakibatkan seseorang tersebut menjadi tidak mood. Wah bahaya sekali ya, seandainya tidak mood terus menerus menghampiri kita maka apapun yang kita lakukan akan menjadi buruk terhadap kita sendiri bahkan orang lain. Dan yang parahnya lagi kehidupan kita akan menjadi berantakan. Waduuuuh kalau udah gitu hidup kita penuh angka-angka negatif, gak banget deh.

Gak pecaya? Coba baca cerita dibawah ini.

Seorang dokter yang baru tiga hari ditinggal pergi istrinya. Dokter tersebut merasa gelisah dan hidup yang berantakan. Namun kewajibannya sebagai dokter harus ia jalani. Datanglah suatu saat pasien laki-laki gagah perkasa yang mengalami sakit gigi.

Pasien: “pak, gigi saya sakit pak, apa obatnya?

Dokter: “hahaa, kamu baru sakit gigi udah lebay”.

Pasien: “ jangan ketawa dong pak, ini sudah satu minggu sakitnya”.

Dokter: “ emang gue pikirin.

Pasien pun merasa risih dengan pelayanan dokter yang serba cuek. Dan tidak lama kemudian dokter  mengambil jarum suntik, dan menyuntikkan jarum itu ke bokongnya pasien. Dan pasien pun berteriak.

“argggggghhh, dasar dokter edan. Gigi gue belum berhenti sakit. Malah bokong gue ditambah sakit, awas lu gue balas”. Ucap pasien kesal.

Mendengar perkataan pasien, dokter berlari keluar seraya berkata: “gede juga bokong lu booook”. Hahaha.

Cerita diatas memang terlihat sederhana, seorang dokter yang lagi galau jadi salah tingkah terhadap pasien. Karena ditinggal cinta, seseorang bisa kehilangan mood dan dapat mengakibatkan segala pekerjaan yang dilakukan menjadi berantakan alias asal-asalan. Memang bahaya ya jika lagi galau. Nah, sahabat semuanya apakah sahabat pernah merasakan galau? Apa sih efek dari galau? Dan bagaimana mengobati galau? Coba baca tulisan-tulisan ini selanjutnya. Udah jangan malas bacanya, mana tau Anda pernah terjangkit virus galau. Hehe peace…

Kata-kata galau sangat populernya di masyarakat saat ini, baik dikalangan orang awam maupun dalam kalangan inteletual. Kebanyakan penyebabnya adalah cinta, cinta merupakan salah satu penyebab yang banyak mengeluarkan virus galau. Pantaslah anak muda meraih rekor galau terbanyak, gara-gara putus cinta atau cinta di tolak pada saat itu virus galau mengahadapi fikiran seseorang. Kalau sudah gitu, bakal sulit dinasehati. Seseorang akan menjadi susah di atur. Menurut penelitian, setiap manusia pernah merasakan galau. Bukan terhadap anak muda saja. Contohnya seorang ibu-ibu yang terbelit hutang, satu menit yang lalu ia menghayal jadi orang kaya, ketika sadar lihat dompet kosong dan teringat hutang yang banyak. Nah, fikiran tak menentu dan sangat kacau serta menganggu beban fikiran. Itulah contoh sederhana, ternyata galau itu adalah hak semua orang. Memang betul galau adalah hak seseorang, namun akankah galau itu akan terus betah dalam hidup kita. Tentu saja kita tidak mau karena ada beberapa efek samping dari kegalauan yang terjadi. Berikut beberapa penjelasannya.

Galau VS Stress

Galau itu sangat dekat dengan stress. Galau dan stress adalah dua bersaudara. Jika galau lama mendekap dalam fikiran kita, itu akan merugikan diri kita sendiri. Dari segi kesehatan, menurut penelitian galau merupakan kondisi emosional negatif. Jika emosional negatif ini ada dalam fikiran kita, tentu akan menimbulkan system syaraf otak yang terganggu. Jika sudah seperti itu, maka kita akan menemui yang namanya kurang bersemangat atau lesu yang mengakibatkan kita terkena penyakit kronis. Jika galau tingkat tinggi menghampiri kita bisa-bisa mengakibatkan gila dan bunuh diri. Waaah horror banget jika terjadi galau. Dengan demikian kita harus hati-hati dengan virus galau ini, akan lebih baiknya kita mengetahui penyebab terjadinya galau.

Pertama, lingkungan. Zaman sekarang ini sangat mudah mengetahui orang yang terjangkit virus galau. Cukup dengan membaca status di wall Facebooknya. Jika ada kata-kata seperti ini “aku bukan laki-laki yang bisa kamu permainkan seenaknya”, nah, kita khawatir orang tersebut terkena penyakit galau. Jika sudah seperti itu, hidupnya penuh keluhan. Seakan-akan hidup ini serba kekurangan, atau dalam bahasa agamanya adalah kufur nikmat. Waduh ngeri juga ya kalau sudah kufur nikmat. Allah saja murka dengan kegalauan yang berkepanjangan, seakan-akan tidak ada nikmat Allah yang ia syukuri.

Dalam pergaulan terhadap lingkungan, galau dianggap sebuah gurauan. Terkadang ada teman yang mengejek kita dan berkata “lagi galau ya”, terkadang kita juga merasa senang dengan kata-kata galau, karena dianggap keren. Padahal tanpa kita sadari galau itu adalah kufur nikmat. Kalau sudah begitu rezeki kitapu akan terhambat. Lho mas, kok ke rezeki perginya? Kan Cuma galau?…. tanpa kita sadari ketika kita galau, kita lupa akan nikmat Allah, yang terfikir hanyalah kekurangan-kekurangan dalam hidup.

Jika sudah begini, baiknya kita dekatkan diri kepada Allah tuhan kita. Jika kita merasa ada hal-hal yang mungkin tidak menyenangkan datang kepada kita, sehingga membuat beban fikiran. Cepat-cepat mengadu kepada yang maha pemberi masalah, bukan terus menerus mengeluh. Sebagai contoh, jika kita galau dikarenakan banyak masalah yang kita hadapi sehingga membuat kita murung dan termenung. Cepat mengadu sama Allah, minta pertolonganNya. Kemudian kita perbanyak, Tahajjud, dhuha dan sedekah. InsyaAllah semua kegalauan yang terjadi dan semua masalah yang menimpa akan diberi jalan oleh Allah, yakni jalan seluas-luasnya. Apakah kita tidak sadar nikmat-nikmat Allah yang ada pada kita? Bisa membaca buku ini saja merupakan nikmat yang tak ternilai harganya, coba bayangkan orang-orang yang buta yang tak diberikan kesempatan untuk melihat. Sekarang mari kita sadari tak ada gunanya kita galau, jika galau sudah menghampiri, cepat-cepat saja beristigfar.

Jika kita mau, masih banyak lagi cara-cara mengatasi kegalauan. Dengarkan lagi deh lagu Opick yang berjudul Obat hati, karna galau itu merupakan penyakit hati. Bahasa kerennya fikiran dan hati kacau ya galau. Sudahlah sahabat, galau itu bukan pribadinya seorang muslim sejati. Galau itu adalah sikap lemahnya seseorang, kita hidup harus kuat dan tegar dalam mengahadapi semua rintangan yang ada, bagaimana mau sukses jika galau terus menerus menghampiri. Sedikit sedikit galau, galau cumin sedikit, lama-lama ya jadi bukit.

Nah, dengan demikian untuk poin pertama usai sudah. Jadi sahabat semuanya mari kita atasi kegalauan ini, dan mari kita sama-sama berantas yang namanya galau. Hapuskan kata-kata galau dari kehidupan kita, karena kita masih punya Agama dan Allah beserta rasulnya telah mengajari bagaimana menghadapi seluk beluk kehidupan ini, oleh sebab itu untuk poin pertama mari kita teriakan bersama-sama dengan nada yang sangat keras “GALAU GAK GUA BANGAT”.

Oke sahabat semuanya, bagai mana rasanya? Masih kurang?… yuk kita lanjutkan ke poin berikutnya, karena masih ada yang menganggap galau sangat sulit di hapuskan dalam hati ini. Walah-walah lebay bangat dah.

Kedua, pola fikir. Seseorang yang dewasa lebih bisa mengobati galau dibandingkan orang yang belum dewasa, ini terlihat dari pola fikir seseorang. Jika pola fikir seseorang cendrung negatif maka semakin sulit baginya menghilangkan kegalauan yang terjadi.

Seseorang yang pernah merasakan kegagalan, ada dua kemungkinan yang akan terjadi. Pertama Lebih giat dan mempelajari kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi, yang kedua malas melakukannya lagi dan memilih mundur serta memilih untuk membuang semuanya sehingga terjadi kegalauan. Nah, dari kedua poin di atas. Poin mana yang kebanyakan terjadi? Jawab dalam hati masing-masing oke. Dan jika itu terjadi kepada Anda, Anda berada pada poin yang mana?… hayoooo

Dalam poin ini, kita akan lebih membahas tentang yang terjadi pada poin kedua. Yaitu ketika terjadi kegagalan ya galau. Waduuh. Kita cerita dulu deh.

Begini ceritanya, waktu itu Spiderman lagi Patah hati karena cintanya ditolak, datanglah rekannya Batman menjenguknya.

Batman: “eh deder, kenapa jadi murung gini, udah makan nasi der?

Spiderman: “udah bet”. Jawabnya sambil melamun memikirkan sang cewek.

Batman: “kalau makan buah der?

Spiderman: udah bet.

Batman terus bertanya, “kalau makan buah semangka, durian, manggis, duku, jeruk, jambu, mangga. Udah der?”

Sambil menahan pilu Spiderman menjawab: “gak usah banyak nanya dong Bet, tinggal mulut mu aja yang belum deder makan”. Hahaha

Begitulah Spiderman yang sedang patah hati, gara-gara cintanya ditolak dan gagal mendapatkan sang cewek. Superhero jadi Galau dan sering melamun dan tanggung jawab pun terpinggirkan. Huuuuuuft…

Coba kita lihat disekitar kita, banyak sekali orang-orang yang menyalahkan keadaan dan tidak terima apa yang terjadi sehingga menyebabkan stress serta lamunan yang begitu panjang. Seakan-akan tidak adalagi hari yang cerah dan tidak ada lagi kesuksesan. Pola fikir yang seperti ini jelas-jelas salah. Bukankan tiap-tiap kesempitan ada kelapangan. Jika sudah begini, negatif thinking pun akan beranak pinak dalam otak kita yang akan merangsang semua yang akan terjadi tidak akan baik lagi. Berarti sesorang yang seperti ini sudah mengidam virus galau tingkat tinggi, harus segera di obati secara serius.

Misalnya, gara-gara cinta ditolak semua makanan bagaikan taik kucing, gak ada yang enak. Atau gara-gara di marahi guru atau dosen kita jadi malas belajar, yang bahaya lagi gara-gara dianggap rendah sama orang lain, kita semakin merendah. Kalau sudah kayak gini prestasi akan menjauh dari kita. Oleh sebab itu jika terjadi terhadap kita, setidaknya tulisan-tulisan berikut akan memberikan solusi terbaik.

Jika galau semacam ini datang pada kita, maka salah satu cara terdahsyat adalah dengan mengubah pola fikir kita. Gimana caranya mas? Caranya adalah dengan Positif Thingking atau bahasa religinya adalah berprasangka baik jangan suudzon. Dalam artian kita yang memotivasikan diri kita sendiri. Seandainya cinta kita di tolak, kita mikir mungkin si Dia lagi sibuk mengejar mimpinya. Atau kitanya yang kurang bercermin hehe. Intinya memandang jauh kedepan, masih banyak peluang peluang yang lain yang bisa kita gapai. Seperti yang dikatakan pada tulisan sebelumnya bahwa banyak cara untuk mencapai angka 100. So, jangan menyerah dan tetap bersemangat.

Secara spiritual atau secara rohaniyah tidak jauh berbeda dengan poin sebelumnya. Sekali lagi kita tetap selalu bersyukur, dan sabar. Percayalah semua kejadian itu pasti ada hikmahnya dan tidak ada yang sia-sia. Kemudian dekatkan diri kita kepada yang Maha Kuasa. Jika sudah dekat, apapun yang terjadi pasti kita tidak akan pernah mengalami yang namanya galau yang berkepanjangan dari musim durian hingga musim rambutan. Lho, itukan lagunya Wali Band. Udah jangan banyak protes.

Jadi buka mata, buka telinga. Dan katakana pada dunia masih banyak harapan yang harus saya lakukan dan saya kerjakan. Mumpung masih ada waktu dan kekuatan masih mendebu. Dan saatnya anda berteriak untuk yang kedua kalinya: “GALAU GAK GUA BANGAT”.

Nah, sekarang apa masih mau galau? Yang jawab masih, baca ulang lagi deh dan inap menungkan bahwa banyak kelebihan yang ada pada kita. Dan kita mampu untuk itu, karena apa yang di titipkan Allah kepada kita merupakan kekuatan terbaik untuk mencapai kesuksesan. Sekarang tergantung kita, YES OR NO!

Sahabat semuanya, masih ada satu poin lagi nih untuk. Buka mata lebar-lebar, dan baca poin selanjutnya. Maksa ni yee.. laaaaah, inikan untuk kebaikan kita bersama. Ya gak ya gak?… udah-udah jangan berkilah.

Ketiga, Pola hidup. Pola hidup juga berperan aktif dalam menumbuhkan karakter galau dalam hidup kita. Secara sederhana dapat di analogikan, jika seseorang mandi maka hasilnya akan segar. Dan jika seseorang terus-terusan belajar maka hasilnya ia akan pintar. Jika seseorang dari kecil suka menganggap remeh sesuatu maka besar nanti dia akan lebih meremehkan orang lain. Jika seseorang dibiasakan menghisap rokok maka hasilnya dia akan menjadi pecandu rokok. Begitulah pola hidup yang akan menuaikan hasil apa yang kita tanam. Trussss, apa hubungannya dengan galau? Sebagai contoh real, coba baca tulisan dibawah ini.

Pola hidup yang buruk menjadi salah satu pemicu terjangkitnya virus galau. Karena tidak sehat, contohnya seseorang yang sering begadang dan mengahabiskan waktu dengan nongkrong dimalam hari dan ditemani dengan sebungkus rokok dan sebotol bir, tentu mendatangkan perasaan yang tak karuan, nah bayangkan saja pola hidup seseorang seperti itu, ditambah lagi dengan jarangnya olah raga terus ibadahnya pun ambu radul kemudia otaknya tak pernah di asah, tujuan hidup tak menentu. Wah, pola hidup yang seperti ini akan menimbulkan virus galau yang sangat besar. Karena tidak tentu arah dan pola hidup yang tak termenej, waktu nya tidur kita habiskan untuk begadang. Waktunya olah raga kita habiskan untuk tidur. Waktu beribadah kita habiskan untuk main-main, kemudian tak bisa hidup tanpa rokok. Jika hati gelisah, bir tempat mengadu. Bisa dibayangkan betapa jauhnya prestasi seseorang tersebut. Orang-orang seperti ini biasanya orang yang tidak berpendidikan dan tidak mau diatur dan keras kepala.

Pola hidup SMS (senang melihat orang susah, susah melihat orang senang) juga akan mengakibatkan galau berkepanjangan. Ketika ada orang senang, sukses dan berprestasi kita risih dengan keadaan itu, begitu pula sebaliknya jika ada orang yang susah, dapat bencana, kita malah bangga dan bahagia. Apabila ada seseorang yang hidupnya seperti itu, maka sudah jelas pola hidupnya suka menggosip dan menggunjing ditambah lagi adu domba. Jika kita demikian maka fikiran dan hatinya akan terganggu. Wah, kayaknya orang yang seperti ini sudah menjadi sahabatnya galau, karena jika tidak berbuat buruk dia akan galau, ketika telah berbuat buruk galaunya hilang. Sungguh anehnya orang yang hidup seperti itu.

Ini jelas pola hidup yang sangat buruk bahkan lebih buruk, pola hidup yang merugi bahkan sangat merugi. Katakana tidak gaya hidup seperti diatas. Gaya hidup seperti menggunjing, gosip, semau gue. Lebih baik dihindari deh, sebelum terlambat. Gimana caranya mas??? Sabar, sabar. Dibawah ini akan dijelaskan kok. Jadi sabar dulu ya. Kita cerita dulu, soalnya ada cerita nih, tentang seseorang yang pola hidupnya seperti paragraph di atas, oke. Yuk simak.

Ada seorang pemuda yang telah insyaf dan menjadi ustadz. Dengan gagah berani ia berceramah dan menceritakan kelamnya masa lalunya:

“Bapak-bapak ibu-ibu yang berbahagia. Dulu saya adalah seorang yang suka berjudi, pemabuk dan main perempuan”. Singkat cerita, saya pun bertemu gadis desa berparas cantik dia mau menikah dengan saya asalkan saya bertaubat. Saya pun menyetujuinya. Jamaah tau siapa perempuan itu?” Tanya ustadz kepada jamaahnya.

“tidaaaak”. Ucap jamaah serentak.

Ustadz pun menjawab: “istri-istriku silakan berdiri”. Berdirilah emapt wanita sekaligus.

Jama’ah: “Poligami ni yee”..

Kisah diatas cukup sedehana, menceritakan seorang ustadz yang pernah menjalankan pola hidup yang ambu radul namun ia bertaubat dan bahagia dengan istri-istrinya. Kalau pembacanya perempuan, pasti gak setuju banget nich. J tapi inti ceritanya adalah, bahwa sekelam apaun hidup kita pasti ada jalan untuk memperbaikinya. Jika yang sudak terlanjur galau, yuk kita perbaiki sama-sama pola hidup yang sehat. Caranya adalah: seperti kalimat yang tertuang dibawah ini.

Hindari pekerjaan yang tidak bermanfaat, kita harus membuat system dalam otak kita bahwa kita akan menghapus semua kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat, atau kegiatan tesebut akan memberikan efek samping terhadap kegiatan yang lebuh bermanfaat. Contoh seperti ini, jika jadwal sekolah atau kuliah besok pagi adalah pukul tujuh lewat lima belas maka hindari bermain game hingga larut malam, karena kegiatan tersebut akan menggangu pekerjaan kita esok harinya. Atau pekerjaan seperti mengadu domba antara yang satu dengan yang lain, kegiatan-kegiatan tersebut hanya menghabiskan waktu saja dan dapat menimbulkan perbuatan dosa. Namun terkadang banyak yang melakukan itu, padahal perbuatan tersebut sungguh tidak bermanfaat. So, mulai sekarang tinggalkanlah.

Selanjutnya, lakukan perbuatan yang positif. Melakukan perbuatan yang positif akan menimbulkan semangat baru dan menjauhkan hal-hal yang tidak bermanfaat dan tentu saja kegalauan pun akan menjauh. Memang sulit, tapi jika punya keinginan kuat seperti yang dibahas pada cerita yang sebelumnya “bisa karena biasa”. So, dari sekarang lakukanlah. Seperti, olah raga, belajar seni, menulis buku, diskusi, mengikuti kegiatan ekstra kulikuler. Dengan kita sibukkan kegiatan yang seperti itu, yakinlah gak ada yang namanya galau. Anda tau mengapa pengguna Narkoba di rehabilitasi? Karena menjauhakan ia dari sikap negatif tersebut. Sebenarnya kalau kita mau, banyak kegiatan-kegiatan positif yang bisa kita lakukan dan bahkan kita bisa menciptakan kegiatan tersebut. Sekarang sederhana saja, sadari apa hobi kita selama ini dan apa yang membuat saya berbeda dari orang lain. Jika kita telah menyadari itu tentu kita telah melakukan tahap awal untuk melakukan hal-hal yang positif.

Dan berikutnya bersikaplah lebih baik. Mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan terdekat. Dengan pola hidup yang demikian, kita akan menemui yang namanya kebahagiaan dan ketentraman dalam hidup. Dan untuk yang ketiga kalinya mari kita teriakan bersama-sama: “GALAU GAK GUA BANGAT”.

Tibalah saatnya poin terakhir dalam bab ini, yaitunya poin Keempat, poin ini sangat sederahana yaitunya tentang pola makan. Mungkin Anda tidak menyangka bahwa pola makan juga bisa memacu diri dari kegalauan. Mungkin kita sering kali menganggap remeh dengan pola makan. Begini contoh, jika makanan yang kita kosumsi setiap hari kekurangan vitamin, protein, karbon hidrat dan berbagai macam gizi-gizi yang lain, tentu akan menimbulkan kekurangan gizi dalam tubuh kita yang membuat badan tidak fit, tidak semangat, lesu, letih, lunglai. Tentulah virus galau akan cepat merasuk dalam hati dan fikiran.

Seseorang anak kos misalnya, kebanyakan dari mereka suka yang instans, cepat dan tepat dan mengenyangkan. Ya apa lagi kalau bukan mengkonsumsi Mie, nah ini sangat berbahaya jika kita sering mengkonsumsinya. Ada seorang teman yang sering sekali mengkomsumsi Mie tanpa mengkomsumsi makanan-makanan yang lainnya, sehingga penyakit kerap datang kepadanya, yang parah lagi penyakit mematikan sepertu usus buntu. Jika usus buntu telah mengidap ditubuh kita maka jalan keluar satu-satunya adalah dengan operasa yang mengeluarkan biaya yang begitu mahal. Kalau sudah begitu banyak dari kita yang galau, fikiran terbebani dan hati yang tak karuan. Sekarang sudah percayakan ternyata pola makan yang tidak baik bisa mengakibat kan galau? Hmmm, baru deh sekarang angguk-angguk. Hehe

Sebenarnya untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi tidak harus mengeluarkan uang yang banyak sampai ratusan ribu segala. Coba deh riset makan bergizi itu ke google, emapt sehat lima sempurna. Masih ingatkan apa-apa saja makanan empat sehat lima sempurna? Ayooo, apa aja? Pasti sekarang lagi mikir ya?.. hmmm ketahuan. Gak usah mikir terlalu lama deh. Berikut makanan empat sehat lima sempurna: makanan pokok: Makanan utama berfungsi sebagai sumber tenaga bagi tubuh untuk dapat mampu malakukan aktifitas sehari-hari. Contohnya seperti nasi, jagung, oat, kentang, gandum/tepung terigu, serta umbi-umbian lainnya. Selanjutnya lauk pauk: Lauk pada makanan memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan zat pembangun pada tubuh. Misalnya yaitu tempe, tahu, telur, daging, ikan, dan lain-lain. kemudian sayur mayur: pada makanan memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan zat pengatur pada tubuh. Contoh : Kangkung, bayam, terong, tomat, cabe, kacang panjang, kol gepeng, labu siam, dan lain sebagainya. selanjutnya buah-buahan: Mirip dengan sayur mayur, buah-buahan pada makanan memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan zat pengatur pada tubuh. Contohnya yakni apel, manggis, markisa, kesemek, salak pondoh, duren, dan lain sebagainya. Dan yang terakhir adalah susu: sebagai pelengkap di mana tidak ada kewajiban atau keharusan kita untuk mengkonsumsi atau meminumnya. Namun tidak ada salahnya jika kita minum susu setelah makan, karena mengandung berbagai macam kandungan zat yang berguna dan baik bagi tubuh kita. Makanan tersebut tidak begitu mahal, coba deh Tanya kewarung terdekat. Udah jangan berkilah, beli rokok aja sanggup, beli bakwan tiap hari. Masa beli sayur gak sanggup.

Mulai sekarang perhatikan pola makan kita, jika selama ini kurang mengkomsumsi makanan bergizi secara beransur-ansur mari kita memulainya. Jangan sampai tubuh kita menjadi rusak dan galau sangat cepat datang. Karena sering makan makanan yang tak beraturan atau cemilan-cemilan yang dimasak dengan cara-cara yang sebenarnya kita tidak mengetahui sejauhmana kebersihannya terjaga. So, katakan yes pada makanan bergizi dan katakana no pada GALAU.

Sahabat semuanya, siapa sih yang gak kenal sama Popaye super hero dari Perempuannya Olif yang selalu diganggu oleh Bruto. Walah, hafal banget ya. Ternyata si Popaye sanggup mengalahkan Bruto dengan mengkomsumsi sayur, Anda tau apa sayurnya? Apa coba? Ya, benar sekalli BAYAM.  Sebenarnya film kartun si Popaye memberikan pesan moral untuk mengajak anak-anak untuk suka dengan sayur bayam.  Pesan moral tersebut terlihat ketika si Popaye ketika memakan sayur bayam, tubuhnya menjadi kuat dan berotot. Kenyataannya tidak jauh dari film tersebut, bayam memang memiliki Vitamin A, C, E, D, dan B membuat bayam sebagai sayuran yang ideal untuk membantu sistem kekebalan tubuh. Karena, vitamin-vitamin menjaga jumlah sel imun dalam tubuh sehingga cukup untuk memberitahu tubuh jika ada ancaman infeksi dan cepat bereaksi terhadap infeksi. Nah ternyata di Film Popaye benarkan. Lho, kok ngomong udah ke bayam ya? Jadi begini, ketika kekebalan tubuh terjaga, tentu secara otomatis semangat akan timbul dan fikiran-fikiran positif akan mendekati kita, sebaliknya jika kekebalan tubuh kurang terjaga tentu kita tidak fit dan menimbul kelemahan sehingga galau menggalau pun akan datang silih berganti mengaggu fikiran kita.

Setelah membaca bab ini apakah Anda akan terus Galau? Kan udah ada cara mengatasi galau. Coba cek dan ricek lagi tulisan diatas tentang bahayanya galau. Mudah-mudahan kita dijauhkan dengan virus galau yang sangat mematikan ini. Dan mudah-mudahan fikiran postif dan jernih selalu kita miliki, sehingga banyak karya yang kita ukir dan prestasi yang bisa kita sejarahkan.

Saatnya kita teriakan untuk yang keempat kalinya secara bersama-sama dengan nada yang keras. 1…. 2….. 3…. “GALAU GAK GUA BANGAT”.

Beri Penilaian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × five =