Diatas Pinangannya

Butuh berapa lama kamu bisa mengatakan “Iya” Tak cukupkah waktu ku selama ini memberikan senyuman terbaik??? Atau kamu memang butuh waktu yang panjang menunggu rasaku kan menghilang Tak pernah, tak pernah terniat oleh ku tuk pergi begitu saja tanpa alasan Dulu memang kau katakan, akan ada waktu yang tepat Mungkin waktu yang tepat melihat kamu […]

Nama yang membuat luka

Murung hati memandang jauh dilautan sana, sendiri dengan hati yang tak bisa terlukis dengan pelangi. Awan hitam yang jauh berlahan penuh mengisi fikiran saat cinta kan menyatu, kini gelap buta tak terlihat.             “Syifa… apa yang membuat kamu menyendiri di tempat sepi seperti ini?”.             Terdengar sebuah pertanyaan sedikit sayu tertiup angin. Suara itu terdengar […]

Ma’af, Ayah

Cuaca begitu cerah, hari ini air danau tak begitu bergelombang yang membuat hati para nelayan senang. Karena rintangan tidak seperti ketika angin kencang yang terkadang membuat perahu para nelayan karam. Pagi-pagi buta Pak Iwan sudah berangkat menuju danau untuk mencari ikan sebagai mata pencaharian untuk istri dan anaknya yang bernama Aisyah yang sedang duduk kelas […]

Sepucuk Surat

Telah lama ku nanti Kata-kata indah yang terukir Kertas putih itu jadi saksi rasa rindu Bukan sesa’at hati merindu tapi setiap saat Duhai kasih rindukah dirimu Senyuman yang tergores saat itu Sulit terungkap dan terlupakan Lepaskan lah rasa itu dengan sepucuk surat Tulis semua rasamu untukku Kan kudengar dengan hati yang terdalam Hati yang kosong […]

Dan Ternyata

“ibuuuuu, ibu dimana?”….             Teriakan Zian terdengar amat keras, bolak balik ia mencari ibunya di pasar pada siang itu, kesana kemari berjalan dengan langkah yang mulai lelah. Wajahnya terlihat berminyak terkena sinar mentari pada siang itu, tangannya pun mulai letih membawa dua buah kelapa yang baru saja ia beli untuk memasak gulai nantinya.             Suasana […]

Kisah Perantauan

Hayya… Tak ada lebaran tak ada Mudik, Banglades, India, Indonesia, China Tak ada Mudik. Pokoknya kerja dan kerja, biar adil semuanya”. Suara itu terdengar sangat keras. Kalimat tersebut masih terngiang di telinga Pak Zami, Tenaga Kerja asal Indonesia di Malaysia. Memang di tempat kerjanya tidak hanya orang Islam saja, tapi bercampur beberapa agama di dalamnya. […]